Restorasidaily.com — Sidang Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar pada Kamis pagi (20/11/2025) berubah menjadi panggung penting penentuan arah keuangan daerah tahun depan. Wakil Wali Kota Herlina tampil mewakili Wali Kota Wesly Silalahi untuk membacakan Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD 2026, di tengah penyesuaian besar akibat pemotongan dana transfer pusat.
Ketua DPRD Timbul Marganda Lingga membuka jalannya persidangan yang dihadiri unsur pimpinan dan seluruh anggota legislatif. Di hadapan forum resmi itu, Herlina membacakan nota keuangan yang menegaskan komitmen pemerintah kota melanjutkan pembahasan KUA-PPAS 2026 yang telah disepakati bersama sebelumnya.
Dalam pemaparan tersebut, pemerintah kota mengungkapkan bahwa Surat Kementerian Keuangan Nomor S-62/PK/2025 mengharuskan Pematangsiantar menyesuaikan belanja. Penyebabnya bukan main: alokasi transfer pusat dipangkas hingga Rp190.541.589.220.
Pemangkasan itu otomatis mengguncang rancangan awal APBD yang sebelumnya telah disepakati, sehingga seluruh struktur pendapatan-belanja harus dihitung ulang.
Berikut gambaran struktur R-APBD terbaru setelah koreksi pagu anggaran:
Pendapatan Daerah:
Rp 935.148.843.702
Belanja Daerah:
Rp 975.148.843.702
Defisit:
Rp 40.000.000.000
Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah mengandalkan pembiayaan daerah:
- Penerimaan Pembiayaan Daerah: Rp 60.000.000.000
- Pengeluaran Pembiayaan Daerah: Rp 20.000.000.000
- Pembiayaan Netto: Rp 40.000.000.000
Defisit Rp40 miliar itu akan ditutup melalui surplus pembiayaan, sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) menjadi nihil.
Sejumlah dokumen resmi diserahkan kepada DPRD untuk dibahas dalam waktu dekat, mulai dari:
- Nota Keuangan R-APBD 2026
- Buku Rancangan Perda APBD 2026
- Buku Penjabaran APBD 2026
Herlina menegaskan bahwa rincian pendapatan, belanja, hingga pembiayaan secara lebih detail akan diuraikan dalam pembahasan lanjutan di forum-forum yang telah dijadwalkan.
Pemerintah berharap pembahasan APBD tidak molor, sehingga Perda APBD 2026 dapat diketok sebelum tahun berjalan dimulai. Tujuannya jelas: program prioritas sudah bisa digerakkan sejak awal Januari demi mewujudkan Pematangsiantar yang “Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras”.
Acara ini juga dihadiri Sekda Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, jajaran asisten, staf ahli, para pimpinan OPD, serta camat se-kota. []




