Restorasidaily.com – Suasana Gedung MUI di Jalan Asahan berubah hangat dan penuh antusias, Senin (24/11/2025) pagi. Lebih dari dua ratus guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Simalungun berkumpul merayakan Hari Guru Nasional ke-80 yang tahun ini dikemas berbeda dari sebelumnya.
Dengan mengusung tema “Guru Hebat Indonesia Kuat”, peringatan tersebut tak hanya menjadi ajang penghormatan untuk para pendidik, tetapi juga dirancang sebagai ruang kreatif yang memadukan pendidikan dengan pelestarian budaya.
Kehadiran Bunda PAUD Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, bersama Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun, Ny. Yulince Mixnon Simamora, langsung menyita perhatian para peserta. Dua figur penting itu disambut meriah oleh para guru yang sejak pagi memenuhi area gedung.
Ketua panitia, Syamsinar, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan perhatian para tokoh perempuan tersebut. Ia menegaskan bahwa bimbingan berkelanjutan dari pemerintah daerah akan sangat menentukan arah pengembangan layanan PAUD di kabupaten itu.
Peringatan Hari Guru tahun ini dikemas unik: para guru tidak hanya mengikuti acara seremonial, tetapi juga belajar membatik secara langsung. Aktivitas ini dipilih sebagai simbol bahwa pendidik memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya bangsa kepada generasi paling muda.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Darmawati menegaskan bahwa guru punya tanggung jawab besar dalam membangun karakter anak sejak dini. Ia menekankan bahwa mengenalkan budaya lokal, termasuk batik, merupakan langkah nyata membentuk generasi yang berakar pada identitas bangsa.
“Kita berharap pendidikan PAUD tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan akhlak dan kecintaan terhadap budaya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi seluruh guru dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujarnya.
Usai sambutan, kegiatan membatik resmi dibuka. Tumpeng dipotong sebagai simbol dimulainya rangkaian acara. Bunda PAUD dan Ketua DWP tidak hanya berdiri di panggung—mereka pun turun langsung, mengambil canting, dan ikut membatik bersama para guru.
Suasana riuh penuh tawa tercipta ketika para peserta mencoba membuat pola pertama mereka. Banyak yang mengabadikan momen tersebut karena baru pertama kali memegang lilin panas dan kain malam.
Bagi Ny. Darmawati, pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam.
“Ini pertama kalinya saya membatik langsung. Ternyata luar biasa sekali. Saya sangat bangga melihat semangat para guru,” ujarnya bersemangat.
Acara juga dihadiri Kabid Pendidikan Simalungun Arisman, Camat Siantar M. Iqbal, serta jajaran guru PAUD dari seluruh kabupaten. Kehadiran mereka menambah semarak perayaan yang penuh kehangatan dan nilai edukatif ini.
Kegiatan berlangsung hingga siang hari dengan suasana penuh kebersamaan. Para guru saling membagikan hasil batik mereka sebagai kenang-kenangan, sembari memperbarui tekad untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan usia dini di Simalungun. []




